MEMULAI HOBI POSTCROSSING
Pertukaran kartupos (postcard) melalui website postcrossing sudah ada sejak beberapa tahun lalu. Hobi bertukar postcard ini makin marak di masyarakat (dunia). Anggota postcrossing terdiri dari berbagai kalangan dan profesi. Sebagian adalah lansia seperti saya, namun juga banyak remaja dan ibu-ibu muda bahkan bapak-bapak juga ada.
Saya baru mulai hobi postcrossing ini sejak Januari 2026, karena ajakan seorang teman blogger. Beliau (mbak Unik) sudah beberapa tahun berkecimpung menjado member postcrossing, jadi ya koleksi postcardnya sudah lebih dari 500 an.
Beberapa bulan ini saya sangat menikmati hobi baru bertukar postcard ini. Namun begitu koleksi saya belum begitu banyak.
Koleksi-koleksi postcard saya dapatkan swap dengan member postcrossing, member cardzilla (komunitas pertukaran postcard), swap langsung dari beberapa teman komunitas postcard, bahkan lewat sosial media (instagram, facebook dan thread). Tentunya sangat menarik mengkoleksi poscard dengan tulisan tangan dan tempelan perangko dari berbagai negara dan kota di Indonesia.
Ada juga koleksi postcard kosongan yang saya beli di marketplace, titip teman-teman yang bepergian ke luar negeri atau yang berdomisili disana, dan saya beli di toko buku tertentu atau kota-kota wisata yang saya kunjungi.
Memang saat ini sangat jarang orang yang menjual poscard dan mengirim surat berperangko. Tak jarang saya mencetak postcard hasil fotografi saya atau mendesain di canva.
Selain itu saya juga ikut menjadi member komunitas nonbiri yang foundernya mbak Imas. Beliau ini orang Indonesia yang berdomisili di Jepang. Dalam bahasa Jepang, nonbiri artinya santai.
Tak hanya bagi penggemar swap postcard, di nonbiri ada juga swap surat, journaling, snail mail, happy mail dan yang punya hobi pernak-pernik berhubungan dengan kertas......yang imut dan lucu-lucu.
Banyak pengalaman yang saya dapat setelah mengikuti hobi postcrossing ini. Selain ngeblog, baca buku hisfic, dengan postcrossing bisa sebagai refreshing. Senang rasanya melihat gambar-gambar dan perangko dari postcard yang dikirim oleh teman-teman berbagai negara.
Ada rasa puas dan senang dalam hati saat menata postcard-postcard tersebut di sebuah album khusus. Saya bisa lebih mengenal suatu negara baik itu tempat-tempat menarik, gedung-gedungnya, kebudayaan bahkan makanan khas di negara itu. Karena tak jarang teman-teman mengirim postcard dengan tema-tema di atas dan menjelaskan dengan tulisan tangan. Bagi saya yang suka filateli zaman masih sekolah, menemukan hobi postcrossing serasa bernostalgia. Dulu memang saya hobi mengumpulkan perangko dan bersurat dengan sahabat pena dalam maupun luar negeri.
Saat ini mengirim surat berperangko tak semudah dahulu karena seringkali kiriman kita tidak sampai kepada alamat yang dituju. Mungkin karena bagi pihak pos, kirim surat berperangko bukan merupakan bisnis yang menguntungkan. Bahkan membutuhkan waktu berhari-hari bahkan berbulan-bulan untuk surat tujuan ke luar negeri.
Pengalaman dan pengetahuan saya pun bertambah dalam hal pos. Beberapa postcard yang dikirim sebaiknya dimintakan barcode LPU (untuk kiriman dalam negeri) dan UA (untuk luar negeri). Mengapa??? Ini untuk melacak kiriman kita bila tidak sampai ke tujuan atau nyasar ke alamat lain.
Melacak surat-surat tersebut bisa melalui website posindo.co.id dan lapor ke email halopos@posindo.co.id
Beberapa kali saya sempat mengalami surat nyasar dan tidak sampai, namun Alhamdulillah setelah lapor ke posindo semua bisa teratasi.
Biasanya saya mengirim postcard ke kantor pos pusat di Johar (KP pusat Semarang). Alasannya adalah petugas disana lebih ramah dan welcome, postcard sampai ke tujuan lebih cepat dan lebih aman. Walaupun jaraknya lumayan jauh dari rumah tapi tak apalah demi keamanan postcard-postcard yang akan saya kirim. Paling tidak seminggu sekali saya ke kantor pos pusat. Mengirimkan postcard ke berbagai negara minimal 10 lembar, untuk menghemat waktu.
Nah, teman-teman itu tadi pengalaman saya mengikuti postcrossing atau swap postcard. Bagaimana dengan pengalaman teman-teman? Tuliskan di kolom komentar ya.

Komentar
Posting Komentar