POSTCARD "KOLAK PISANG" DARI KAK AYA NONBIRI
Postcard bergambar kolak pisang ini saya dapatkan dari salah seorang teman di komunitas nonbiri. Nonbiri adalah grup WA yang membernya mempunyai hobi swap dan koleksi postcard, swap surat, snail mail, happy mail dan journaling. Kak Aya berasal dari kota yang sama dengan saya, yakni di Semarang bekerja sebagai PNS di sebuah instansi pemerintah.
![]() |
| postcard-dari-kak-aya- nonbiri (Foto: koleksi pribadi) |
Yang masih menjadi ganjalan hati saya hingga saat ini adalah, postcard saya belum diterima yang bersangkutan, padahal ada dalam satu kota. Dan saya juga tak bisa lapor ke posindo, karena petugas kantor pos tak memberi barcode (LPU), hingga tak bisa dilacak.
Kembali ke gambar di postcard yang menarik tadi. Dalam gambar tersebut ada foto semangkok kolak, dan bahan-bahan untuk membuatnya, yakni daun pandan, kelapa, pisang, waluh, candil dan gula Jawa.
Kolak merupakan makanan favorit di keluarga saya utamanya saat ramadhan, selain menu es buah yang juga selalu ada untuk berbuka puasa. Kolak juga merupakan makanan tradisional khas Jawa yang segar.
Saya biasa membuat kolak dengan bahan sederhana dan nggak ribet, artinya tidak harus lengkap isiannya. Biasanya saya gunakan bahan yang ada saja, misalnya pisang dan kolang kaling, pisang dan waluh, pisang dan ketela rambat. Jadi tak harus ada candil untuk kolak buatan saya. Candil yaitu bulatan-bulatan yang terbuat dari campuran tepung beras dan tepung kanji. Biasanya dipakai sebagai campuran bubur candil.
Saat ramadhan, kolak dihidangkan sebagai makanan pembuka setelah minum air hangat. Kemudian setelah shalat tarawih, barulah kita sekeluarga makan nasi dengan porsi yang secukupnya. Karena di dalam Al Qur'an dikatakan bahwa, berhentilah makan sebelum kenyang. Maka sebaiknya kita makan secukupnya saja, tidak berlebihan.
Saya jadi ingat almarhumah ibu saya....jadi bernostalgia nih.
Setiap bulan ramadhan, ibu tak lupa membuat takjil untuk berbuka puasa. Nah, salah satu menu takjil favorit keluarga adalah kolak, selain es buah tentunya. Tetapi kolak dan es buah sederhana, bukan yang lengkap seperti di resto.
Setelah berumah tangga kebiasaan ini menular pada saya. Buka puasa tanpa kolak atau es buah, kok rasanya ada sesuatu yang kurang ya. Tak heran setelah puasa justru berat badan agak naik sedikit...hehehe.
Nah, itu tadi pengalaman saya dan keluarga tentang menu favorit kami saat buka puasa, yakni kolak pisang.
Apa menu favorit teman-teman saat buka puasa? Tuliskan di kolom komentar ya.


Komentar
Posting Komentar